A. DEFINISI
Komputasi paralel adalah salah satu teknik
melakukan komputasi secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa
komputer independen secara bersamaan. Ini umumnya diperlukan saat
kapasitas yang diperlukan sangat besar, baik karena harus mengolah data dalam
jumlah besar (di industri keuangan, bioinformatika, dll) ataupun karena
tuntutan proses komputasi yang banyak. Kasus kedua umum ditemui di kalkulasi
numerik untuk menyelesaikan persamaan matematis di bidang fisika (fisika
komputasi), kimia (kimia komputasi) dll.
B. HUKUM AMDAHL
Hukum
Amdahl (Inggris: Amdahl's law) adalah prinsip dasar dalam peningkatan
kecepatan proses suatu komputer jika hanya sebagian dari
peralatan perangkat keras ataupun perangkat lunak-nya yang
diperbaharui/ditingkatkan kinerjanya. Nama Amdahl diambil dari nama seorang
arsitektur komputer terkenal di perusahaan IBM, Gene Amdahl yang
pertama kali mencetuskan bentuk formulasi ini.
Formulasi atau hukum
ini banyak dipakai dalam bidang komputasi paralel untuk meramalkan
peningkatan kecepatan maksimum pemrosesan data (secara teoretis) jika jumlah
prosesor di dalam komputer paralel tersebut ditambah.
Hukum Amdahl ini
dinyatakan dalam bentuk:
dengan
· adalah faktor percepatannya (1 menyatakan tanpa percepatan),
· menyatakan tiap bagian yang dipercepat/diperlambat, dan
· adalah jumlah bagian atau prosesor keseluruhan dalam proses
percepatan ini.
C. HUKUM GUSTAFON
Pendapat yang dikemukakan Gustafson hampir sama
dengan Amdahl, tetapi dalam pemikiran Gustafson, sebuah komputasi paralel
berjalan dengan menggunakan dua atau lebih mesin untuk mempercepat penyelesaian
masalah dengan memperhatikan faktor eksternal, seperti kemampuan mesin dan kecepatan
proses tiap-tiap mesin yang digunakan.
Gambar diatas merupakan contoh dari sebuah komputasi paralel, dimana pada gambar diatas terdapat sebuah masalah, dari masalah tersebut dibagi lagi menjadi beberapa bagian agar sebuah masalah dapat dengan cepat diatasi.
D. TUJUAN KOMPUTASI PARALEL
Tujuan dari komputasi paralel adalah meningkatkan kinerja komputer
dalam menyelesaikan berbagai masalah. Dengan membagi sebuah masalah besar ke
dalam beberapa masalah kecil, membuat kinerja menjadi cepat.
Formula komputasi paralel yang diajukan pada hukum Amdahl
Dimana a adalah banyaknya paralel yang terjadi. Secara teori, artinya proses penyelesaian masalah menjadi lebih cepat dengan menggunakan komputasi paralel
E. MODEL KOMPUTASI PARALEL
1. Embarasingly Parallel adalah pemrograman
paralel yang digunakan pada masalah-masalah yang bisa diparalelkan tanpa
membutuhkan komunikasi satu sama lain. Sebenarnya pemrograman ini bisa dibilang
sebagai pemrograman paralel yang ideal, karena tanpa biaya komunikasi, lebih
banyak peningkatan kecepatan yang bisa dicapai.
2. Taksonomi dari model pemrosesan paralel dibuat berdasarkan alur instruksi dan alur data yang digunakan:
– SISD (Single Instruction Single Datapath) merupakan prosesor tunggal,
yang bukan paralel.
– SIMD (Single Instruction Multiple Datapath)alur instruksi yang sama
dijalankan terhadap banyak alur data yang berbeda. Alur instruksi di sini kalau
tidak salah maksudnya ya program komputer itu. trus datapath itu paling ya
inputnya, jadi inputnya lain-lain tapi program yang digunakan sama.
– MIMD (Multiple Instruction Multiple Datapath)alur instruksinya banyak,
alur datanya juga banyak, tapi masing-masing bisa berinteraksi.
– MISD (Multiple Instruction Single Datapath)alur instruksinya banyak tapi
beroperasi pada data yang sama.
F. CONTOH PENGGUNAAN KOMPUTASI PARALEL
Salah satu jenis penggunaan komputasi paralel adalah:
PVM(Parallel Virtual Machine)
Merupakan sebuah perangkat lunak yang mampu mensimulasikan pemrosesan
paralel pada jaringan.
SUMBER :

