SoftSkill
AI (Artificial Intelegence)
Tugas ke 2
3KA26
Josua
Sirait (13115606)
Definisi,
Sejarah, Konsep Dasar, dan Contoh Studi Kasus Nyata di Bidang Aritificial
Intelligence (AI)
Artificial
Intelligence (AI)
Artificial Intelligence (AI) didefinisikan sebagai kecerdasan entitas ilmiah. Sistem
seperti ini umumnya dianggap komputer. Kecerdasan diciptakan dan dimasukkan ke
dalam suatu mesin (komputer) agar dapat melakukan pekerjaan seperti yang dapat
dilakukan manusia. Beberapa macam bidang yang menggunakan kecerdasan buatan,
antara lain sistem pakar, permainan komputer (games), logika fuzzy, jaringan
syaraf tiruan, dan robotika.
Banyak hal yang kelihatannya sulit untuk kecerdasan manusia, tetapi
untuk Informatika relatif tidak bermasalah. Seperti contoh : mentransformasikan
persamaan, menyelesaikan persamaan integral, membuat permainan catur atau
Backgammon. Di sisi lain, hal yang bagi manusia kelihatannya menuntut sedikit
kecerdasan, sampai sekarang masih sulit untuk direalisasikan dalam Informatika.
Seperti contoh : Pengenalan Obyek/Muka, bermain sepak bola.
Walaupun AI memiliki konotasi fiksi ilmiah yang kuat, AI membentuk
cabang yang sangat penting pada ilmu komputer, berhubungan dengan perilaku,
pembelajaran dan adaptasi yang cerdas dalam sebuah mesin. Penelitian dalam AI
menyangkut pembuatan mesin untuk mengotomatisasikan tugas-tugas yang
membutuhkan perilaku cerdas. Termasuk contohnya adalah pengendalian,
perencanaan dan penjadwalan, kemampuan untuk menjawab diagnosa dan pertanyaan
pelanggan, serta pengenalan tulisan tangan, suara dan wajah. Hal-hal seperti
itu telah menjadi disiplin ilmu tersendiri, yang memusatkan perhatian pada
penyediaan solusi masalah kehidupan yang nyata. Sistem AI sekarang ini sering
digunakan dalam bidang ekonomi, obat-obatan, teknik dan militer, seperti yang
telah dibangun dalam beberapa aplikasi perangkat lunak komputer rumah dan video
game.
Tujuan AI :
- Untuk
mengembangkan metode dan sistem untuk menyelesaikan masalah,masalah yang
biasa diselesaikan melalui aktifivitas intelektual manusia, misalnya
pengolahan citra,perencanaan, peramalan dan lain-lain, meningkatkan
kinerja sistem informasi yang berbasis komputer.
- Untuk
meningkatkan pengertian/pemahaman kita pada bagaimana otak manusia bekerja
Kelebihan AI :
- Kecerdasan
buatan lebih bersifat permanen. Kecerdasan alami akan cepat mengalami
perubahan. Hal ini dimungkinkan karena sifat manusia yang pelupa.
Kecerdasan buatan tidak akan berubah sepanjang sistem komputer dan program
tidak mengubahnya.
- Kecerdasan
buatan lebih murah dibanding dengan kecerdasan alami. Menyediakan layanan
komputer akan lebih mudah dan lebih murah dibanding dengan harus
mendatangkan seseorang untuk mengerjakan sejumlah pekerjaan dalam jangka
waktu yang sangat lama.
- Kecerdasan
buatan bersifat konsisten. Hal ini disebabkan karena kecerdasan busatan
adalah bagian dari teknologi komputer. Sedangkan kecerdasan alami
senantiasa berubah-ubah.
Kekurangan AI :
- Rawan
rusak.
- Mahal
dalam proses pembuatannya.
- Memerlukan
daya listrik.
- Struktur
kontrolnya terpisah dari pengetahuan.
Contoh AI :
1.
Bidang Pendidikan,
yaitu Computer Assisted Instruction (CAI). Intelligence Computer Aided
Instruction juga termasuk kedalam lingkup kecerdasan buatan. Komputer ini
digunakan sebagai tutor yang dapat melatih dan mengajar. CAI merupakan
pengembangan lebih lanjut dari Computer Assisted Instruction. CAI dapat
diartikan sebagai penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk
menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetest kemajuan belajar
siswa. CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung dengan kecakapan pendesain
dan pengembang pembelajarannya dapat berupa permainan (Games).
2.
Bidang Pertanian, yaitu sistem
pakar pemupukan. Sistem pakar pemupukan PKDSS merupakan suatu aplikasi komputer
yang dapat membantu atau menggantikan pakar dalam memecahkan masalah kesuburan
tanah terutama dalam menentukan takaran pupuk. Dengan PKDSS, perhitungan pupuk
yang selama ini dilakukan oleh ahlinya dapat dilakukan oleh semua orang.
Pengguna hanya tinggal mengikuti petunjuk dan menekan tombol-tombol perintah,
dan PKDSS pun dengan cepat akan memrosesnya. Sistem pakar ini mirip dengan
kalkulator, dimana petani dapat dengan cepat menentukan perbandingan dari bahan
pupuk sehingga pupuk menjadi bagus dan hasil tani meningkat.
3.
Bidang Teknik dan Rekayasa,
yaitu Kecerdasan buatan dalam robotika. Kecerdasan Buatan (Artificial
Intelligence) dalam robotik adalah suatu algoritma (yang dipandang) cerdas yang
diprogramkan kedalam kontroler robot. Pengertian cerdas disini sangat relatif
karena tergantung dari sisi mana seseorang memandang. Contoh penerapan robot
dalam kehidupan sehari-hari adalah digunakannya robot untuk menjinakkan bom
atau untuk mendeteksi bahan peledak. Salah satu langkah untuk mencegah
terjadinya ledakan bom adalah menjinakkan bom tersebut sebelum meledak.
Namun menjinakkan bom merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki resiko
tinggi, karena bom tersebut dapat meledak kapan saja. Untuk mengurangi
resiko jatuhnya korban jiwa dalam upaya menjinakkan bom, maka diperlukan sebuah
security robot yang dapat menggantikan tugas manusia. Selama ini upaya
”penjinakkan” bom di Indonesia lebih banyak mengandalkan keahlian manusia,
meski dalam beberapa kasus ancaman bom dapat dipatahkan dengan menggunakan
detector maupun alat penjinak bom. Generator neutron telah dikembangkan di
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan Batan sejak tahun 1998.
Pendeteksian bahan eksplosif dilakukan dengan cara memancarkan berkas neutron
yang telah diaktivasi ke obyek, misalnya kontainer yang berisi
bahan eksplosif. Dari spektrum sinar gamma yang timbul, dapat
diketahui isi kontainer tersebut, karena bahan peledak terdiri dari unsur H, C,
N, dan O dalam komposisi tertentu maka melalui spektrum sinar unsur-unsur
tersebut dapat terbaca.
Sejarah
AI
Istilah AI pertama kali
dikemukakan pada tahun 1956 di Konferensi Darthmouth. Sejak saat itu, AI terus
dikembangkan sebab berbagai penelitian mengenai teori-teori dan
prinsip-prinsipnya juga terus berkembang. Meskipun istilah AI baru muncul tahun
1956, tetapi teori-teori yang mengarah ke AI sudah muncul sejak tahun 1941.
Berikut tahapan-tahapan sejarah perkembangan AI :
#Era Komputer Elektronik (1941)
Pada tahun 1941 telah ditemukan alat penyimpanan danpemrosesan informasi.
#Masa Persiapan AI
(1943 – 1956)
Pada tahun 1943, Warren McCulloch dan Walter Pitt
mengemukakan tiga hal :pengetahuan fisiologi dasar dan fungsi sel syaraf dalam
otak, analisa formal tentang logika proposisi, dan teori komputasi Turing.
Mereka berhasil membuat suatu model yaitu sel syaraf tiruan.
#Awal
Perkembangan AI (1952 – 1969)
Pada tahun-tahun
pertama perkembangannya, AI mengalami banyak kesuksesan. Diawali dengan
kesuksesan Newell dan Simon dengan ssebuah program yang disebut General Problem
Solver. Program ini dirancang untuk memulai penyelesaian masalah secara
manusiawi.
#Perkembangan
AI Melambat (1966 – 1974)
1. Perkembangan AI
melambat disebabkan adanya 3 kesulitan utama yang dihadapi AI, yaitu
Program-program AI
yang bermunculan hanya mengandung sedikit atau bahkan tidak mengandung sama
sekali pengetahuan (knowledge) pada subjeknya.
2. Banyak masalah
yang harus diselesaikan oleh AI.
3.Ada beberapa batasan pada struktur dasar
yang digunakan untuk menghasilkan perilakU intelijensia.
#Sistem
Berbasis Pengetahuan (1969 – 1979)
Pengetahuan adalah
kekuatan pendukung AI.
Contoh : Dendral
Programs yang berfokus pada segi pengetahuan kimia.
Feingenbaum, Bruce
Buchanan dan Joshua Lederberg yang membuat program
Computer
in Biomedicine Proyek ini diawali keinginan untuk mendapatkan diagnose
penyakit berdasarkan pengetahuan yang ada pada mekanisme penyebab proses
penyakit.
#AI
Menjadi Sebuah Industri (1980 – 1988)
Industrialisasi AI
diawali dengan ditemukannya system pakar yang dinamakan R1 yang mampu
mengkonfigurasi system-sistem computer baru. Program tersebut mulai
dioperasikan di Digital Equipment Corporation (DEC), McDermott, pada tahun
1982.
#Kembalinya
Jaringan Syaraf Tiruan (1986 – sekarang)
Para ahli fisika
seperti Hopfield (1982) menggunakan teknik-teknik mekanika statistika untuk
menganalisa sifat-sifat pentimpanan dan optimasi pada jaringan syaraf. Para
ahli psikologi, David Rumelhart dan Geoff Hinton, melanjutkan penelitian
mengenai model jaringan syaraf tiruan pada memori
Pada tahun 1985-an
setidaknya empat kelompok riset menemukan kembali algoritma belajar propagasi
balik (Black-Propagation Learning). Algoritma ini berhasil diimplementasikan ke
dalam bidang ilmu computer dan psikologi.
Konsep
Dasar AI
4 dasar kategori di konsep dasar AI:
1.
Acting Humanly
Acting humanly ialah system yang melakukan pendekatan dengan
menirukan tingkah laku seperti manusia yang dikenalkan pada tahun 1950 degan
cara kerja pengujian melalui teletype yaitu jika penguji (integrator) tidak
dapat membedakan yang mengintrogasai antara manusia dan computer maka computer
tersebut dikatakan lolos(menjadi kecerdasan buatan).
2.
Thinking Humanly
Yaitu system yang dilakukan dengan cara intropeksi yaitu penangkapan
pemikiran psikologis
Manusia pada computer,hal ini sering diujikan dengan neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya cara pembelajarannya yaitu melalui experiment-experimen.
Manusia pada computer,hal ini sering diujikan dengan neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya cara pembelajarannya yaitu melalui experiment-experimen.
3.
Thinking Rationaly
Ini merupakn system yang sangat sulit ,karena sering terjadi kesalah
dala, prinsip dan prakteknya,system ini dikenal dengan penalaran komputasi.
4.
Acting Rationaly
Yaitu system yang melakukan aksi dengan cara menciptakan suatu
robotika cerdas yang menggantikan tugas manusia.
Contoh
Studi Kasus secara Nyata di bidang AI
Robotika
Bidang ilmu inilah yang mempelajari
bagaimana merancang robot yang berguna bagi industry dan mampu membantu
manusia, bahkan yang nantinya bisa menggantikan fungsi manusia. Robot mampu
melakukan beberapa task dengan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Untuk
melakukan hal tersebut, robot diperlengkapi dengan actuator seperti
lengan, roda, kaki, dll. Kemudian, robot juga diperlengkapi dengan sensor, yang
memampukan mereka untuk menerima dan bereaksi terhadap environment mereka
Al-Jajari (1136-1206) seorang ilmuwan Islam pada dinasti Artuqid yang dianggap
pertama kali menciptakan robot humanoid dimana berfungsi sebagai 4 musisi,
hebat kan? Bahkan pada tahun 1796 sudah dihasilkan boneka mekanik bernama
Karakuri yang mampu menuangkan air teh atau menulis karakter Kanji yang dibuat
oleh Hisashige Tanaka.
Karakuri, rancangan robot dari
Jepang adad 16 yang mampu menuang
air teh
Referensi :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar